fbpx

Apakah kamu seorang pengusaha? Mungkin kamu menjalankan wedding organizer bersama teman-teman? Partneran bersama sepupu untuk menjalankan bisnis fashion? Menerima pesanan katering sehat? Sedang merintis start-up berbasis digital? Atau mungkin, menjalankan bisnis keluarga dengan kantor cabang di beberapa kota sekaligus?

Apapun bidang usaha yang sedang kamu jalani, tentunya sehari-hari muncul berbagai masalah. Masalah ini bisa saja berawal dari faktor internal atau eksternal. Ternyata, salah satu penyebab utama masalah dalam bisnis kecil adalah belum adanya Standard Operating Procedure (SOP)! SOP inilah yang seharusnya mengatur kelancaran kegiatan operasional sebuah usaha. Tanpa SOP, sangat mungkin terjadi kekacauan, karena tidak adanya aturan yang jelas.

Mungkin kamu merasa, untuk usaha berskala kecil, SOP nggak penting-penting amat. Well, belum tentu. Usaha yang berskala kecil dan prosesnya sederhana, mungkin memang tidak membutuhkan SOP yang kompleks. SOP sederhana mengenai pembagian kerja, dilengkapi dengan formulir atau checklist singkat mungkin sudah cukup. Adanya SOP yang jelas sesuai dengan kegiatan operasional perusahaan akan memberikan banyak kemudahan, baik bagi karyawan, maupun bagi manajemen.

Secara definisi, Standard Operating Procedure (SOP) adalah adalah suatu set instruksi (perintah kerja) terperinci dan tertulis yang harus diikuti demi mencapai keseragaman dalam menjalankan proses usaha tertentu. Prosedur ini digunakan sebagai pedoman kerja, sebagai standar untuk dilakukan oleh para pelaksana di setiap unit kerja (divisi) dan jabatan.

4 Keuntungan Memiliki SOP

  1. SOP akan mengurangi kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan usaha, karena segala instruksi dan tahap-tahap pekerjaan telah tersusun dan tertulis dengan jelas. Jika terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan SOP, maka karyawan bisa saja dikenakan sanksi.
  2. SOP akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual dan organisasi secara keseluruhan. Karyawan akan bertanggung jawab dengan beban yang diberikan, mandiri dan percaya diri dalam mengambil keputusan selama bekerja. Apabila terjadi pergantian karyawan, ada panduan yang dapat digunakan untuk proses hand-over dan pelatihan bagi karyawan baru (knowledge transfer).
  3. SOP menciptakan ukuran standar kinerja bagi karyawan, baik untuk mengevaluasi kinerja saat ini, maupun untuk perbaikan kinerja di masa yang akan datang.
  4. SOP memberikan informasi mengenai kualifikasi dan kompetensi yang harus dikuasai oleh karyawan dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini akan membantu dalam proses rekrutmen karyawan, termasuk apakah karyawan memerlukan training tertentu untuk memperbaiki kinerjanya.

3 Langkah Praktis Pembuatan SOP

  1. Membentuk tim untuk pembuatan SOP.

Tim pembuatan SOP bisa dari internal perusahaan, misalnya karyawan yang menjalankan tugas tersebut, atau apabila diperlukan, bisa dilakukan dengan bantuan konsultan eksternal.

  1. Membuat SOP.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dipenuhi dalam pembuatan SOP:

  • Ruang lingkup SOP
  • Tujuan pembuatan SOP
  • Pihak yang terlibat dan bertanggung jawab (PIC)
  • Alur proses kerja yang jelas, lebih baik dalam bentuk flowchart
  • Formulir dan checklist yang digunakan, termasuk petunjuk pengisian dokumen

Ini adalah langkah yang paling penting sekaligus paling memerlukan effort serta memakan waktu, mulai dari pemetaan proses dan langkah-langkan pekerjaan, hingga memperoleh persetujuan pihak manajemen.

Course Curriculum

No curriculum found !

Course Reviews

N.A

ratings
  • 5 stars0
  • 4 stars0
  • 3 stars0
  • 2 stars0
  • 1 stars0

No Reviews found for this course.

0 STUDENTS ENROLLED
    X
    Skip to toolbar